PPUA Penca di Hari Disabilitas Internasional

PPUA Penca di Hari Disabilitas Internasional

- in Berita, Kegiatan
83
0

Bulan Desember menjadi bulan yang dinantikan oleh penyandang disabilitas. Berbagai kegiatan terselenggara untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional 3 Desember. Banyaknya kegiatan yang diselenggarakan juga bermaksud untuk mengingatkan pemerintah dan masyarakat tentang keberadaan disabilitas. Diharapkan kepedulian tiap anggota masyarakat dapat tumbuh untuk bersama-sama menciptakan kesataraan hak antara disabilitas dan nondisabilitas. Salah satu acara yang terselenggara adalah perayaan HDI di  Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta (03/12).

Berbagai jenis disabilitas berkumpul untuk menghadiri acara puncak perayaan <strong>HDI</strong> tersebut. Selain pertunjukan seni dari sejumlah disabilitas, acara juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah pihak. Adapun katagori penghargaan yang diberikan kepada Penyandang Disabilitas yang telah berdedikasi pada dunia disabilitas, Nondisabilitas yang berdedikasi pada dunia disabilitas, Perusahaan yang memperkerjakan <strong>Penyandang disabilitas</strong>, Lembaga Pemerintah yang memberikan pelayanan yang baik pada disabilitas, serta Pihak yang telah menyediakan fasilitas umum yang ramah disabilitas.

Terdeapat sepuluh perusahaan di seluruh Indonesia yang telah memberikan kesempatan kerja pada penyandang disabilitas. Penghargaan yang diberikan tidak hanya berdasarkan pemenuhan kuota satu persen jumlah penyandang disabilitas, tetapi juga bedasarkan sejauh mana perusahaan tersebut memperhatikan kesejahteraan para pegawai dengan disabilitas.

Bukan hanya perusahaan, beberapa individu pun menerima penghargaan atas dedikasi mereka dalam dunia disabilitas. Salah satunya Dra. Ariani, Ketua Umum PPUA Penca. Selain merupakan pendiri PPUA Penca di tahun 2002, Ariani juga merupakan pendiri Pertuni  (1966) dan HWDI (1997). Telah begitu banyak hal yang dilakukan Ariani untuk kemajuan disabilitas. Berbagai bidang ia kuasai, mulai dari urusan perempuan disabilitas, hingga masalah hak-hak politik penyandang disabilitas. Pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya membuat Ariani menjadi salah satu tokoh disabilitas yang cukup dikenal di Indonesia.

***

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Evaluasi Pilkada Serentak 2017 yang Inklusif dan Aksesibel

Download Laporan Evaluasi Klik DI SINI Pilkada Serentak